Informasi Lomba,Beasiswa,soal-soal olimpiade,software dan Ebook Gratis
Indonesia
Siswa Indonesia Raih 4 Emas di Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) Ke-41 di Zagreb, Kroasia
Aug 4th
Siswa-siswa Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Lima siswa Indonesia meraih 4 medali emas dan 1 perak dalam Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) ke 41 yang diadakan di Zagreb Croatia.
Kelima anak yang dikomandani oleh Hendra Kwee Ph.D ini adalah:
• Christian George Emor SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon Sulawesi Utara – Medali Emas
• David Giovanni SMAK Penabur Gading Serpong, Banten – Medali Emas
• Kevin Soedyatmiko SMAN 12 Jakarta – Medali Emas
• Muhammad Sohibul Maromi SMAN 1 Pamekasan Madura – Medali Emas
• Ahmad Ataka Awwalur Rizqi SMAN 1 Yogyakarta – Medali Perak
Hasil ini menunjukan suatu peningkatan yang luar bisa kalau dibandingkan dengan hasil yang diperoleh di Olimpiade Fisika Internasional ke-40 di Merida, Mexico, yang saat itu kita hanya meraih 1 emas, 3 perak dan 1 perunggu. Dari aspek jumlah peserta, Olimpiade tahun ini diikuti oleh lebih banyak negara.Tahun lalu hanya 70 negara yang mengirim tim, sedangkan tahun ini terdapat 82 negara dengan jumlah peserta sekitar 376 siswa yang berpartisipasi.
sumber: yohanes surya.com
Mahasiswa RI Juara di Kompetisi Matematika Internasional (IMC 2010) di Blagoevgrad, Bulgaria
Aug 4th
Mahasiwa UGM Albert Gunawan berhasil menyabet First Prize (Hadiah Pertama) pada 17th International Mathematics Competition (IMC) 24-30 Juli 2010 di American University in Bulgaria, Blagoevgrad, Bulgaria.
Pada kompetisi matematika yang diikuti oleh 392 mahasiswa dari 40 negara ini, Indonesia mengirim tujuh orang mahasiswa terdiri dari Albert Gunawan, Made Tantrawan (UGM), Lois Mutiara (UI), Ahmad Agung Ahkam, Yosafat Eka P. Pangalela (ITB), Harun Immanuel (Unair), dan Satria Stanza Pramayoga (ITS).
Ketujuh mahasiswa tersebut didampingi oleh Dr. Siti Fatimah (UPI Bandung), Dr. Hanni Garminia (ITB) serta Kepala Seksi Prestasi Akademik Mahasiswa Ditjen Dikti Kemdiknas RI Iskandar.
Selain Albert, tim Indonesia juga berhasil merebut satu Second Prize (Made Tantrawan), tiga Third Prize (Lois Mutiara, Satria Stanza, Harun Immanuel), dan dua Certificate (Yosafat Pangalela dan Ahmad Agung). Sedangkan gelar Grand First Prize dimenangkan mahasiswa dari Polandia.
“Dengan demikian, ketujuh mahasiswa Indonesia tersebut tidak seorang pun yang kembali dengan tangan hampa,” ujar Sekretaris III Sosbud Protkon Aditya Timoranto kepada detikcom siang ini, Sabtu (31/7/2010) waktu setempat.
Sebelumnya di tempat sama (2008), Tim IMC Indonesia juga meraih sebuah Third Prize (juga atas nama Albert Gunawan), dua Honorable Mention dan satu Certificate.
Koordinator IMC, Prof. John E. Jayne dari University College London dalam pidato penutupan menyampaikan penghargaan kepada negara- negara partisipan IMC selama ini, termasuk Indonesia yang disebut secara khusus.
Siswa Indonesia Raih Emas di Olimpiade Kimia Internasional (IChO) Ke-42 di Tokyo, Jepang
Aug 4th
Tim Olimpiade Kimia Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan meraih 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu di ajang Olimpiade Kimia Internasional atau International Chemistry Olympiad (IChO) ke-42 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang pada 15-27 Juli 2010.
- Medali emas diraih Manoel Manuputty (SMA Penabur Gading Serpong) dengan nilai 92.5,
- Medali perak oleh Alimun Nashira (SMA 1 Yogyakarta) dengan nilai 78.7,
- Medali perunggu oleh Stephen Haniel (SMA 1 Purwokerto) dengan nilai 71.6, dan Agung Hartoko (SMA Taruna Nusantara) dengan nilai 70.8.
Perolehan ini merupakan rekor terbaik selama Indonesia mengikuti ajang IChO selama 14 tahun. Sementara itu, tuan rumah Jepang memperoleh 2 emas dan 2 perak dan China menjadi pemenang absolut dengan menyabet 4 medali emas.
Olimpiade tersebut diselenggarakan di dua universitas, yaitu Universitas Waseda untuk sesi laboratorium dan Tokyo University untuk teori, serta diikuti 276 peserta dari 68 negara dengan 138 mentor dan 40 observer.
Mobil Irit ITS Rebut Juara Asia
Jul 14th
Mobil Irit ITS Rebut Juara Asia

Sepang – Mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya akhirnya bisa membawa harum nama bangsa. Mobil irit buatan mereka menjadi juara di Asia.
Dalam lomba Shell Eco-Marathon (SEM) Asia 2010 yang digelar di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia 8-10 Juli 2010 itu, Tim ITS 2 dengan mobil Sapu Angin 2 mencatat rekor mobil teririt dengan jarak tempuh 237,6 kilometer setiap satu liter bensin.
ITS menjadi juara pertama dalam Combustion Grand Prize dan Gasoline Fuel Award. Kedua penghargaan tersebut masuk dalam kategori Urban Concept.
“Kemenangan tersebut banyak ditopang oleh kelebihan mobil sapu angin yang bobotnya ringan, yakni mencapai 93 kilogram,” ujar Triyogi, Dosen Teknik Mesin ITS, yang turut mendampingi tim ITS dalam siaran pers yang diterima detikOto, Rabu (13/7/2010).
Dalam Combustion Grand Prize, ITS didampingi oleh tim dari Universitas Indonesia yang meraih juara kedua dan ketiga. Masing-masing mobil irit UI itu mencatat angka konsumsi BBM 61,8 km per liter dan 54,5 km per liter. Mereka mengalahkan peserta lain seperti dari Jepang dan Thailand.
Menurut Triyanto, peningkatan kinerja beberapa komponen ditambah dengan efisiensi mesin menjadikan mobil Sapu Angin 2 unggul dalam kelas urban concept di antara mobil 15 universitas ternama Asia.
“Kunci kemenangan lainnya adalah upaya Tim ITS untuk melakukan inspeksi dan tes sirkuit lebih awal,” kata Triyogi.
Selain Sapu Angin 2 yang berkapasitas 110 cc , ITS dalam lomba tersebut juga membuat mobil Sapu Angin 1. Namun tidak seperti Sapu Angin 2 yang mirip mobil konvensional beroda empat, Sapu Angin 1 ini masuk kategori mobil prototipe futuristik mirip gokart dengan kapasitas mesin 40 cc. Mobil ini tercatat bisa melaju hingga 234 km per liter.
Sayangnya untuk kategori Prototype ini tim dari Indonesia tidak ada yang bisa berbicara banyak. Tim mahasiswa Indonesia masih kalah dari Thailand (1.521 km per liter), Jepang (1.235 km per liter) dan China (940 km per liter) yang merupakan pemenang dari Combustion Grand Prize.
“Sapu Angin 1 belum maksimal karena berbagai macam kendala, seperti menabrak,” ujar Dosen pembimbing ITS Witanto dalam jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta.
Dari Indonesia sendiri ada 8 tim dari 4 Perguruan Tinggi yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) yang berlomba di SEM. ( ikh / ddn ) More >
Kata orang Singapore tentang Indonesia…
Mar 18th
Kata orang Singapore tentang Indonesia…(dapet dari temen). wajib baca gan, bagus,meski repost
Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.
Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya
melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2
hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
“Your country is so rich!”
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..
“Indonesia doesn’t need the world, but the world needs Indonesia”
“Everything can be found here in Indonesia, u don’t need the world”
“Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,
dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !”
“Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000
orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang
yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah
rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat.”
“Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing.”
“Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di
Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras”
“Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air
bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan
pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari
bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan
si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya
sendiri”
“Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2 kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri.”
“Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia
will rules the world..” …
.. Wow….
)
