Siswa Indonesia Raih 4 Emas di Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) Ke-41 di Zagreb, Kroasia

Siswa-siswa Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Lima siswa Indonesia meraih 4 medali emas dan 1 perak dalam Olimpiade Fisika Internasional (IPhO) ke 41 yang diadakan di Zagreb Croatia.

Kelima anak yang dikomandani oleh Hendra Kwee Ph.D  ini adalah:

• Christian George Emor SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon Sulawesi Utara – Medali Emas
• David Giovanni  SMAK Penabur Gading Serpong, Banten  – Medali Emas
• Kevin Soedyatmiko  SMAN 12 Jakarta  – Medali Emas
• Muhammad Sohibul Maromi SMAN 1 Pamekasan Madura – Medali Emas
• Ahmad Ataka Awwalur Rizqi SMAN 1 Yogyakarta – Medali Perak

Hasil ini menunjukan suatu peningkatan yang luar bisa kalau dibandingkan dengan hasil yang diperoleh di Olimpiade Fisika Internasional ke-40 di Merida, Mexico,  yang saat itu kita hanya meraih 1 emas, 3 perak dan 1 perunggu. Dari aspek jumlah peserta, Olimpiade tahun ini diikuti oleh lebih banyak negara.Tahun lalu hanya 70 negara yang mengirim tim, sedangkan tahun ini terdapat 82 negara dengan jumlah peserta sekitar 376 siswa yang berpartisipasi.

sumber: yohanes surya.com

Mahasiswa RI Juara di Kompetisi Matematika Internasional (IMC 2010) di Blagoevgrad, Bulgaria

Mahasiwa UGM Albert Gunawan berhasil menyabet First Prize (Hadiah Pertama) pada 17th International Mathematics Competition (IMC) 24-30 Juli 2010 di American University in Bulgaria, Blagoevgrad, Bulgaria.

Pada kompetisi matematika yang diikuti oleh 392 mahasiswa dari 40 negara ini, Indonesia mengirim tujuh orang mahasiswa terdiri dari Albert Gunawan, Made Tantrawan (UGM), Lois Mutiara (UI), Ahmad Agung Ahkam, Yosafat Eka P. Pangalela (ITB), Harun Immanuel (Unair), dan Satria Stanza Pramayoga (ITS).

Ketujuh mahasiswa tersebut didampingi oleh Dr. Siti Fatimah (UPI Bandung), Dr. Hanni Garminia (ITB) serta Kepala Seksi Prestasi Akademik Mahasiswa Ditjen Dikti Kemdiknas RI Iskandar.

Selain Albert, tim Indonesia juga berhasil merebut satu Second Prize (Made Tantrawan), tiga Third Prize (Lois Mutiara, Satria Stanza, Harun Immanuel), dan dua Certificate (Yosafat Pangalela dan Ahmad Agung). Sedangkan gelar Grand First Prize dimenangkan mahasiswa dari Polandia.

“Dengan demikian, ketujuh mahasiswa Indonesia tersebut tidak seorang pun yang kembali dengan tangan hampa,” ujar Sekretaris III Sosbud Protkon Aditya Timoranto kepada detikcom siang ini, Sabtu (31/7/2010) waktu setempat.

Sebelumnya di tempat sama (2008), Tim IMC Indonesia juga meraih sebuah Third Prize (juga atas nama Albert Gunawan), dua Honorable Mention dan satu Certificate.

Koordinator IMC, Prof. John E. Jayne dari University College London dalam pidato penutupan menyampaikan penghargaan kepada negara- negara partisipan IMC selama ini, termasuk Indonesia yang disebut secara khusus.

Siswa Indonesia Raih Emas di Olimpiade Kimia Internasional (IChO) Ke-42 di Tokyo, Jepang

Tim Olimpiade Kimia Indonesia kembali menorehkan prestasi dengan meraih 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu di ajang Olimpiade Kimia Internasional atau International Chemistry Olympiad (IChO) ke-42 yang diselenggarakan di Tokyo, Jepang pada 15-27 Juli 2010.

  • Medali emas diraih Manoel Manuputty (SMA Penabur Gading Serpong) dengan nilai 92.5,
  • Medali perak oleh Alimun Nashira (SMA 1 Yogyakarta) dengan nilai 78.7,
  • Medali perunggu oleh Stephen Haniel (SMA 1 Purwokerto) dengan nilai 71.6, dan Agung Hartoko (SMA Taruna Nusantara) dengan nilai 70.8.

Perolehan ini merupakan rekor terbaik selama Indonesia mengikuti ajang IChO selama 14 tahun. Sementara itu, tuan rumah Jepang memperoleh 2 emas dan 2 perak dan China menjadi pemenang absolut dengan menyabet 4 medali emas.

Olimpiade  tersebut diselenggarakan di dua universitas, yaitu Universitas Waseda untuk sesi laboratorium dan Tokyo University untuk teori, serta diikuti 276 peserta dari 68 negara dengan 138 mentor dan 40 observer.